Yati Kurniawati

Journey of My Life

Tips Menyusun SKP Untuk Guru PNS (4)

Kuantitas (Target Output)
Dalam menentukan Target Output (TO) dapat berupa dokumen, konsep, naskah, surat keputusan, paket, laporan, dan lain-lain.

Target output untuk guru mengacu pada lampiran I Permenneg PAN & RB No 16 Tahun 2009 pada kolom satuan hasil sesuai dengan kegiatan tugas jabatan yang kita pilih.

 

Kualitas (Target Kualitas)
Dalam menetapkan Target Kualitas (TK) harus memprediksi pada mutu hasil kerja yang terbaik, target kualitas diberikan nilai paling tinggi 100 (seratus).

Untuk menilai apakah output berkualitas atau tidak dengan menggunakan pedoman sebagai berikut:
Kriteria Nilai / Keterangan
91 – 100
Hasil kerja sempurna, tidak ada kesalahan, tidak ada revisi, dan pelayanan di atas  standar yang ditentukan dan lain-lain.
76-90
Hasil kerja mempunyai 1 (satu) atau 2 (dua) kesalahan kecil, tidak ada kesalahan besar, revisi, dan pelayanan sesuai standar yang telah ditentukan dan lain-lain.
61 -75
Hasil kerja mempunyai 3 (tiga) atau 4 (empat) kesalahan kecil, dan tidak ada kesalahan besar, revisi, dan pelayanan cukup memenuhi standar yang ditentukan dan lain-lain.
51 – 60
Hasil kerja mempunyai 5 (lima) kesalahan kecil dan ada kesalahan besar, revisi, dan pelayanan tidak cukup memenuhi standar yang ditentukan dan lain-lain.
50 ke bawah
Hasil kerja mempunyai lebih dari 5 (lima) kesalahan kecil dan ada kesalahan besar, kurang memuaskan, revisi, pelayanan di bawah standar yang ditentukan dan lain-lain.

 

Waktu (Target Waktu)
Dalam menetapkan Target Waktu (TW) harus memperhitungkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu  pekerjaan, misalnya bulanan, triwulan, kwartal, semester, dan tahunan.

Target waktu untuk guru menyesuaikan dengan angka kredit yang digunakan.

 

Biaya (Target Biaya)
Dalam menetapkan Target Biaya (TB) harus memperhitungkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 1 (satu) tahun, misalnya jutaan, ratusan juta, miliaran, dan lain-lain.

Target biaya diisi khusus untuk Pejabat Pembuat Komitmen, sehingga target biaya untuk guru tidak perlu diisi bilangan, cukup diisi “-”.

 

 

 

Tips Menyusun SKP Untuk Guru PNS (2)

Angka Kredit

Satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang pejabat fungsional dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan ditetapkan dengan jumlah angka kredit yang akan dicapai. Oleh sebab itu pejabat fungsional tertentu harus  menetapkan target angka kredit yang akan dicapai dalam 1 (satu) tahun.

Dalam penyusunan dan penilaian SKP bagi Jabatan Fungsional Tertentu dapat diketahui jumlah target angka kredit yang akan dicapai dan realisasi pencapaian angka kredit setiap tahun.

Kolom AK diisi angka kredit sesuai dengan lampiran I Permeneg PAN & RB No 16 tahun 2009 dan Buku 2 Pedoman PKG.

Kegiatan Melaksanakan proses pembelajaran mencakup: merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran, menganalisis hasil pembelajaran,serta melaksanakan tindak lanjut hasil pada lampiran I Permenneg PAN & RB No 16 Tahun 2009 ditulis paket. Lalu bagaimana cara menghitung angka kreditnya?
Mengacu pada Buku 2 Pedoman PKG, angka kredit per tahun untuk pembelajaran atau pembimbingan adalah:

Angka kredit per tahun = ( AKK – AKPKB – AKP ) x JM/JWM x NPK / 4

Keterangan:
• AKK adalah angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat.
• AKPKB adalah angka kredit PKB yang diwajibkan (subunsur pengembangan diri, karya ilmiah, dan/atau karya inovatif).
• AKP adalah angka kredit unsur penunjang.
• JM adalah jumlah jam mengajar (tatap muka) guru di sekolah/madrasah atau jumlah konseli yang dibimbing oleh guru BK/Konselor per tahun.
• JWM adalah jumlah jam wajib mengajar (24 – 40 jam tatap muka per minggu) bagi guru pembelajaran atau jumlah konseli (150 – 250 konseli per tahun) yang dibimbing oleh guru BK/Konselor.
• NPK adalah persentase perolehan angka kredit sebagai hasil penilaian kinerja.
• 4 adalah waktu rata-rata kenaikan pangkat reguler, (4 tahun).
• JM/JWM = 1 bagi guru yang mengajar 24-40 jam tatap muka per minggu atau membimbing 150 – 250 konseli per tahun.
• JM/JWM = JM/24 bagi guru yang mengajar kurang dari 24 jam tatap muka per minggu atau JM/150 bagi guru BK/Konselor yang membimbing kurang dari 150 konseli per tahun.

Tips Menyusun SKP Untuk Guru PNS

Mulai tahun 2014 setiap PNS wajib membuat SKP (Sasaran Kerja Pegawai).

Contoh formulir SKP

 

Menyusun SKP itu sulit?

Tidak juga…

Bagaimana cara menyusun SKP untuk Guru PNS?

Penyusunan SKP pejabat fungsional tertentu, kegiatan tugas jabatannya disesuaikan dengan butir-butir kegiatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang jabatan fungsional tertentu. Sehingga sebagai guru, kita mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Kita juga menggunakan Buku 2 Pedoman PKG untuk membantu mengkonversi nilai PKG menjadi angka kredit.

Secara sederhana, cara mengisi SKP sebagai berikut:

Kolom kegiatan tugas jabatan diisi dengan kegiatan sesuai pasal 11 Permenneg PAN & RB No 16 Tahun 2009.

Unsur dan sub unsur kegiatan Guru yang dinilai angka kreditnya adalah:
a. Pendidikan, meliputi:
1. pendidikan formal dan memperoleh gelar/ijazah; dan
2. pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan dan memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) prajabatan atau sertifikat termasuk program induksi.
b. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu, meliputi:
1. melaksanakan proses pembelajaran, bagi Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran;
2. melaksanakan proses bimbingan, bagi Guru Bimbingan dan Konseling; dan
3. melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
c. Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi:
1. pengembangan diri:
a) diklat fungsional; dan
b) kegiatan kolektif Guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian Guru;
2. publikasi Ilmiah:
a) publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal; dan
b) publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru;
3. karya Inovatif:
a) menemukan teknologi tepat guna;
b) menemukan/menciptakan karya seni;
c) membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum; dan
d) mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya;
d. Penunjang tugas Guru, meliputi:
1. memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya;
2. memperoleh penghargaan/tanda jasa; dan
3. melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas Guru, antara lain :
a) membimbing siswa dalam praktik kerja nyata/praktik industri/ekstrakurikuler dan sejenisnya;
b) menjadi organisasi profesi/kepramukaan;
c) menjadi tim penilai angka kredit; dan/atau
d) menjadi tutor/pelatih/instruktur.

Lebih lengkapnya dapat dilihat di lampiran I Permenneg PAN & RB No 16 Tahun 2009 pada kolom unsur dan sub unsur.

Pen5rusunan SKP pejabat fungsional tertentu, kegiatan tugas
jabatannya disesuaikan dengan butir-butir kegiatan berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang jabatan
fungsional tertentu.

Soal OSN Guru IPA SMP Tahun 2012

Soal OSN Guru IPA (Fisika) SMP Tingkat Nasional Tahun 2012

1.
Berikut ini adalah kutipan dari salah satu standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam standar isi fisika SMP.
Standar kompetensi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi dasar
3.1. Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.
a. Sebutkan materi prasyarat yang harus dikuasai peserta didik untuk mencapai standar kompetensi tersebut!
b. Sebutkan konsep-konsep esensial materi pembelajaran tersebut!
c. Buatlah bagan materi yang menggambarkan keluasan, kedalaman dan urutan penyajian materi pembelajaran tersebut!
d. Sebutkan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang terkandung dalam materi pembelajaran tersebut!
e. Buatlah salah satu indikator untuk mencapai standar kompetensi tersebut, kemudian uraikan materi ajarnya!

2.
Sebuah kompetensi dasar berbunyi “Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah”. Mengacu pada standar proses dan pendidikan berkarakter:
a. Tentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kompetensi dasar itu!
b. Buatlah masing-masing sebuah indikator untuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sesuai dengan kompetensi dasar tersebut!
c. Tulis kegiatan pembelajaran untuk mencapai indikator-indikator tersebut pada jawaban b!
d. Buatlah kisi-kisi instrumen penilaian hasil belajar dan instrumen penilaian berdasarkan indikator-indikator tersebut pada jawaban b!

3.
Pada gambar di samping ini dilukiskan dua buah benda yang massanya M1 dan M2 dihubungkan dengan tali melalui sebuah katrol K yang terpasang pada sebuah sistem bidang miring. Pada keseluruhan sistem tersebut, M1 = 800 gram, M2 = 672 gram, antara M1 dan bidang miring terdapat koefisien gesekan statik 0,4 dan koefisien gesekan kinetik 0,3. Katrol licin dan massanya diabaikan, tali lentur dan massanya diabaikan, tinggi bidang miring h = 2 m, percepatan gravitasi dianggap = 10 m/s2. Petunjuk gunakan akar 3 = 1,7.
a. Berapakah sudut 0 agar M1 dan M2 seimbang?
b. Jika 0 = 45 dan mula-mula M1 diam, lukiskan diagram bebas gaya sistem dan kemudian hitung berapa besar dan kemana arah percepatan yang dialami oleh M1?
c. Berapakah perubahan energi kinetik M1 selama bergerak mulai dari keadaan diam sampai menempuh jarak 1 m dengan sudut kemiringan bidang miring 0 = 45?

4.
Sebuah bola yang masssanya m mula-mula diam di lantai. Bola itu lalu ditarik ke atas oleh gaya konstan F sambil didorong ke kanan oleh gaya konstan B. Gaya F dan B bekerja selama selang waktu t. Jika percepatan gravitasi adalah g, tentukan besar kecepatan bola itu ketika jatuh membentur lantai!

5.
Sepotong senar gitar panjang 1 meter, massaanya 7,5 gram. Senar dipasang teregang pada dua penumpu yang terpisah sejauh 90 cm. Tegangan yang terjadi pada senar besarnya 150 N. Senar ini digetarkan sehingga terbentuk empat simpul gelombang berdiri. Tentukan:
a. Besar kecepatan getaran yang terjadi pada senar!
b. Besar frekuensi getaran yang terjadi pada senar!

6.
Sebuah lensa divergen dengan panjang fokus -30 cm diletakkan di belakang lensa konvergen yang panjang fokusnya 20 cm pada jarak 45 cm satu sama lain. Sebuah benda tegak yang tingginya 2 cm diletakkan pada jarak 30 cm di depan lensa konvergen. Bayangan yang dihasilkan lensa konvergen selanjutnya dianggap sebagai benda oleh lensa divergen.
a. Dimanakah bayangan akhir yang dihasilkan oleh lensa divergen?
b. Berapakah perbesaran bayangan yang dihasilkan sistem kedua lensa itu?
c. Gambarkanlah lintasan sinar pada pembentukan bayangan oleh kedua lensa tersebut!

7.
200 gram es bersuhu -15 C dimasukkan ke dalam 300 gram air dalam bejana. Suhu setimbang awal air dan bejana adalah 10 C. Setelah es dimasukkan ke dalam air suhu setimbang baru sistem adalah 8 C. Pada akhir percobaan massa bejana dan isinya ditimbang dan menunjukkan nilai massa 1000 gram. Gunakan kalor jenis air 1 kal/g. C, kalor jenis es 0,5 kal/g. C, dan kalor lebur es 80 kal/g. Hitung
a. kalor yang diserap es hingga tercapai kesetimbangan baru!
b. kalor jenis kaleng!
c. kalor yang dilepas kaleng!

8.
Dua buah hambatan A dan B dirangkaidan dipasang pada sebuah sumber ggl 9 volt yang hambatan dalamnya 1 ohm. Jika kedua hambatan dirangkai seri ternyata sumber ggl menghasilkan kuat arus listrik 1,5 ampere dan ketika kedua hambatan dirangkai paralel ternyata sumber ggl menghasilkan kuat arus 4,09 ampere.
a. Berapakah nilai hambatan A dan nilai hambatan B?
b. Berapakah perbandingan daya pada hambatan A dan hambatan B ketika keduanya dirangkai paralel?
c. Berapakah perbandingan beda potensial listrik pada kedua ujung-ujung hambatan ketika keduanya dirangkai seri?

bersambung……

Guru Berprestasi Jawa Tengah 2013

Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan tingkat Provinsi Jawa Tengah telah usai digelar pada tanggal 10 – 13 Juni 2013 bertempat di LPMP Jawa Tengah.
Salatiga berhasil menempati peringkat ke 11 dengan raihan 2 perak.
Prestasi tersebut ditorehkan atas nama:
1. Yati Kurniawati, M.Pd. Guru SMP Negeri 7 Salatiga sebagai juara II Guru SMP/MTs Berprestasi
2. Nining Mariyaningsih, S.Pd. Guru SMK Negeri I Salatiga sebagai juara II Guru SMK Berprestasi.

kontingen salatiga

Sebuah kebanggaan tersendiri telah dapat mengharumkan nama sekolah dan nama Kota Salatiga tercinta di kancah pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Maju terus pendidikan Indonesia.