Wacana pemberlakuan kurikulum baru pada tahun pelajaran 2013/2014 mulai Juni 2013 berlaku untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini akan berimbas pada perubahan standar kompetensi lulusan (kompas.com, 16 November 2012).
Beberapa perubahan pada Kurikulum Baru adalah:
1. Jumlah mata pelajaran juga berkurang dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. IPA dan IPS tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri, ketiganya diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal masuk ke mata pelajaran Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya, sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri tetapi menjadi media untuk semua mata pelajaran.
2. Durasi belajar di sekolah bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam di sekolah.
3. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
Perubahan yang akan diberlakukan kiranya dapat kita sikapi dengan bijak. Perubahan situasi dan kondisi menuntut perubaham kurikulum.
Mari tetap bersinergi memajukan pendidikan di Indonesia.
yani rohyani says:
Saya sertifikasinya tik. Jadi kur 2013 tidak ada , jadi saya mengajar mata pelajaran lain, bagaimana dengan sertifikasinya ?
yati says:
Kurang tahu Bu. Kurikulum 2013 diberlakukan untuk kelas 1-4 SD dan kelas VII SMP dulu, secara bertahap selama tiga tahun akan diberlakukan secara keseluruhan.
Basuki says:
Y semoga msh bisa menjadi Mulok bu TIK … biar peserta didik tetep mendapatkan bekal keterampilan yg berguna ..
Haryanto says:
nampaknya sulit untuk mewujudkan TIK sebagai mapel yang tidak berdiri sendiri, akan menghambat kemajuan TI itu sendiri mengingat tidak semua guru bisa memanfaatkan TIK sebagai sarana pembelajaran ke dalam semua mapel yang ada
Saipul Bahri says:
Kalau TIK diintegrasikan dengan pelajaran lain, apakah guru2 yang mengajar pelajaran lain sudah menguasai TIK? lalu bagaimana dengan sarana dan prasarana kelas yang banyak belum mendukung penggunaan TIK, bagaimana pula dengan nasib guru-guru TIK…
indah says:
saya sebagai siswa smp kurang setuju kalau pel TIK akan dihapus.
karena saya takut adik sd tidak mengenal internet, saya mohon jangan di hapus pel TIK. dan akan di kemanakan guru TIK ny
Nazarudin says:
Nasib Guru TIK terpuruk akibat kebijakan sepihak tidak mengetahui kondisi yang ada..Kemudian Lab. Komputer bagaimana nasibnya..apa hanya sebagai hiasan di setiap sekolah?…
Abimanyu says:
untuk itu sebagai bentuk tuntutan bagi pendidik menanamkan karakter dan pendidikan Akademik melalui media tik…minimal Guru menguasai operasional Komputer kan sekarang Guru sudah bersertifikat Pendidik artinya di pastikan Profesional,,,nah ,,bila ternyata tidak profesional sertifikatnya palsu,,,guru di gaji 2 kali lipat gunakan untuk memajukan kemampuanya dooong…!!! supaya peserta didikpun ikut maju..@ GURU DI GUGU DAN DI TIRU ” kalau guru mundur murid pasti tidur “
atikal says:
pelajaran TIK merupakan pelajaran yg harus tetap diajarkan. sayang sekali jika ditiadakan maupun digabung. karena merupakan suatu perkembangan maju nya indonesia berawal dari tik itu.
yuni lindowris says:
saya tidak setuju dengan kurikulum yang baru ini.soalnya pelajaran Tik dihilangkan. sedangkan tidak semua guru bisa menggunakan TI. mau dikemanakan lab tik nya..apakah hanya unyuk hiasan sekolah saja.
rustam says:
saya tidak setuju Mata Pelajaran TIK dihilangkan, karena hanya sebagian kecil siswa punya sarana pribadi, maka siswa yg tdk punya akan hilang peluangnya belajar TIK secara gratis.
Masti naibaho says:
Sebaiknya pelajaran bhs inggris tetap diberlakukan di SD, krn lucu dong anak tk saja sdh belajar bhs inggris masa setelah SD mereka tdk belajar bhs inggris lagi.dan alangkah baiknya pelajaran b.inggris di perkenalkan sejak dini.
misbach says:
TIK merupakan mata pelajaran baru di dunia pendidikan, dengan berdiri sendiri saja siswa belum mampu menguasai TIK dengan baik, apalagi kalau hanya disisipkan pada setiap pelajaran, Guru mungkin saja dipaksa untuk menguasai TIK, tapi apakah mungkin siswa bisa menguasai TIK kalau tidak diajarkan secara khusus? ini akan mengakibatkan generasi bangsa menjadi mundur dalam bidang IT
hendri.z says:
DEAR SIR,
1. SAYA SANGAT TIDAK SETUJU KALAU MAPEL TIK DIHAPUS KARENA DUNIA AKAN MAJU KARENA ADANYA TIK, CONTOHNYA DAHULUNYA ORANG MENGGUNAKAN MESIN TIK MANUAL, NAH SEMENJAK ADANYA KOMPUTER MAKA MESIN TIK DITINGGALKAN, NAH INI ADALAH SUATU KEMAJUAN BAGI BANGSA INDONESIA, APAKAH MURID-MURID AKAN DIAJARKAN MENGETIK PAKAI MESIN KETIK MANUAL….. INI TOLONG DIPERHATIKAN!!
2. SAYA SANGAT TIDAK SETUJU KARENA DUNIA INI SEMAKIN MAJU APALAGI DIBIDANG INFORMATIKA, KALAU KITA TIDAK MENGIKUTI PERKEMBANGAN ZAMAN MAKA INDONESIA AKAN DITINGGALKAN OLEH BANGSA LAIN, CONTOH DULU TAHUN 1995, INDONESIA MASIH MENGGUNAKAN PROGRAM DOS, WS, LOTUS, NAH SEKARANG PROGRAM KOMPUTER MULAI BERJAMUR WINDOWS, MS. WORD, EXCEL, KEMUDIAN YANG WS, LOTUS SUDAH TIDAK DIPAKAI LAGI, KALAU TIK DIHAPUS BERARTI INDONESIA TIDAK MAU MENGIKUTI PERKEMBANGAN ZAMAN… TOLONG DIPIKIRKAN
ITU SAJA SARAN SAYA LEBIH KURANG MOHON MAAF DAN TERIMA KASIH
AHMAD SUBHAN says:
saya guru TIK di sekolah betul betul kecewa dengan kurikulum baru yang menghapuskan mata pelajaran TIK.karna kalau TIK sebagai media semua mata pelajaran pasti kurang efektif.dan penguasaan teknologi akan ketinggalan…
AHMAD SUBHAN says:
bagai mana nasib guru TIK disekolah……………………………..
jk tampubolon says:
kenapa muatan lokal diintegrasikan ke mapel yg lain ,biarlah muatan lokal berdiri sendiri krn masih sesuai dgn kemajuan zaman
hesti says:
yah .. masa mata pelajaran TIK mau di hilangkan ?
padahal kebanyakan anak SMP menggemari mata pelajaran itu
eva says:
kalau ditanya pasti banyakan yg gak setuju klu TIK dihapus. tp apalah dikata suara yang kecil jarang di dengar. berdoa ajalah pak/ibu. moga ada kebijakan buat guru TIK apalagi bagi yang sudah sertifikasi
clara rhamadanty jangis says:
kenapa bukan matematika yg dihapus ? Bukankah paling penting dalam kehidupan sehari-hari dimatematika hanyalah Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian? lalu, kenapa semakin kesini matematika kompetensinya gak nyambung buat khdupn sehari-hari? terlalu rumit !
amin tohari says:
pemerintah sudah pasti meluncurkan kurikulum baru, jadi bijaksananya kita laksanakan saja. toh kita tetep tidak bisa membendung alias menolaknya. jadi laksanakan lalu mari bersama evaluasui bersama.
selamat berjuang…!
doti says:
no coment
Lusiana says:
Gk setuju kalau TIK gk ada..!